|
SELAYANG PANDANG
AMBALAN MAPPA OUDDANG DAN EMMY SAELAN
GUDEP 10.075-10.076 PANGKALAN SPK POLRI BHAYANGKARA
Keberadaan Gugus Depan 10.075-10.076 ( dulu 1177-1178 ) yang berpangkalan pada SPK Polri Bhayangkara sebagai salah satu organisasi
ekstra kurikuler kiprahnya dimulai pada wal tahun 1990an.Saat itu,Pramuka Gudep1177-1178 pangkalan SPK Polri Bhayangkara lebih
menitikberatkan kegiatannya pada saka bhakti husada.Hal ini dapat dimaklumi karena memang SPK ( Sekolah Perawat Kesehatan
) merupakan institusi yang menghasilkan tenaga kesehatan (perawat) yang siap terjun di masyarakat.
Pada masa-masa awal berdirinya organisasi Gudep1177-1178 lebih mengkhususkan diri pada pertemuan/kegiatan yang berorientasi
pada bidang kesehatan.Kegiatan yang diikuti lebih banyak bersama dengan sekolah-sekolah kesehatan yang ada pada waktu itu
yang nampak pada kegiatan perkemahan/lomba yang diadakan baik di dalam maupun di luar propinsi Sul-Sel.
SPK Polri Bhayangkara yang pada awalnya hanya membina siswa dari kalangan polisi ( siswa anggota ), kemudian membuka diri
dengan menerima siswa dari kalangan umum ( tamatan SMP sederajat ).Masih tergabungnya siswa anggota dalam organisasi OSIS
maupun Pamuka sedikit menghambat perkembangan organisasi karena terbatasnya ruang gerak untuk bermitra dengan sekolah umum
di luar jalur kesehatan.
Karena berbagai hal,Gudep1177-1178 sempat “ mati suri “ dalam waktu yang cukup lama.Hingga pada akhirnya,medio
tahun 2001 pihak Rumkit Bhayangkara mengeluarkan kebijakan untuk tidak lagi menerima siswa SPK dari kalangan polisi (siswa
anggota) tapi lebih mempersiapkan diri untuk mendidik Mahasiswa Akper jalur khusus.
Karena itulah,semenjak ketidak beradaan siswa anggota,maka secara otomatis seluruh kegiatan Intra maupaun Ekstra kurikuler
yang ada di SPK Polri Bhayangkara seluruhnya dipegang oleh Siswa Umum.Pada masa itu,atas inisiatif Kanda Yusniati,S.Pd.,Kanda
Basman Tompo,S.Pd,dan Kanda Masita,S.Pd.,maka dibentuklah organisasi Gugusdepan 1177-1178 pangkalan SPK Polri yang dianggap
sebagai masa “ lahir kembali “ ambalan 1177-1178 dengan pengurus pertama :
Ketua Mabigus : Kanda AKP. Subiyanto
Pembina Gudep Pa : Kanda Basman Tompo,S.Pd.
Pembina Gudep Pi : Kanda Yusniati,S.Pd.
Pemangku Adat Pa : M.Nashrullah Ilham
Pemangku Adat Pi : Hariani Arsyad
Ketua Dewan Pa : Achmad Susanto
Ketua Dewan Pi : Eka Lilianti
Dengan Kru Dewan :
Arnold Saputra,Irwansyah,Sarjan,Heri Manguma,Muhajirah,Nurmadiah Syam , Hasnia,Merlia K.dll.
“ Penampakan “ pertama anggota Gudep 1177-1178 di dunia luar kiprahnya dimulai saat mengikuti Kemah Lomba Pramuka
( Kelopak ) tingkat Sul-Sel tahun 2002 yang dilaksanakan oleh Dewan Racana Universitas Negeri Makassar ( UNM ) yang berlangsung
di Bantimurung,kab.Maros.Walaupun masih terbilang baru di Pramuka kota Makassar ( apalagi tingkat Sul-Sel ),dengan segala
keterbatasan dana,sarana,dan keterampilan yang dimiliki,kontingen Gudep 1177-1178 SPK Polri mampu menunjukkan kualitasnya
dengan memperoleh Juara Umum III.
Prestasi di masa awal tersebut tak terlepas dari peranan Kak Subiyanto (Kamabigus) , Kak Yusniati,S.Pd.,dan Kak Herman B.Rolle,S.Pd.
( saat itu menggantikan peranan Kak Basman Tompo,S.Pd selaku pembina Gudep Putra karena sakit ),serta tak lupa peranan dari
pelatih lapangan saat itu Kak Hasan.
Kisah sukses terus bergulir hingga saat ini.Hal ini antara lain nampak pada prestasi-prestasi yang diperoleh penerus-penerus
ambalan misalnya pada Kelopak 2004 ( juara III Umum ),Baden Powell 2004 dan 2005 ( Juara Umum I ),Baden Powel 2006 ( Juara
Umum II ),Lomba Pramuka Penegak Tk.Sulsel IAIN Alauddin tahun 2003 ( Juara Umum I ),Lomba Jelajah Kota UIN Alauddin 2006 (
Juara Umum III ),dsb.
Disamping hal tersebut,tidak kalah pentingnya kaderisasi yang dilakukan dalam lingkup Gugusdepan untuk menghasilkan calon-calon
penerus organisasi sudah mulai berjalan baik khususnya memasuki pertengahan tahun 2005.
Di balik kisah “ sukses “ tersebut,bukan berarti Pramuka di Ambalan SPK Polri tanpa adanya “ riak “.Berbagai
masalah yang muncul baik dimasa awal lahirnya kembali ambalan hingga saat ini tak lepas dari berbagai “konflik”
internal.Namun,Satu hal yang patut disyukuri bahwa adanya kedewasaan berfikir dan sikap legowo dari pembina dan pengurus ambalan
sehingga masalah-masalah tersebut dapat terselesaikan.Ibarat pohon,semakin tinggi semakin kencang angin yang dihadapi.Ambalan
SPK Polri tidak ingin hanya menjadi rumput,walau sedikit angin yang mengganggu namun sering terinjak-injak.
Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Pramuka di Sul-Sel,ambalan Gudep 1177-1178 kemudian berganti nomor gudep menjadi
10.075 untuk Gudep Putra dan 10.076 sebagai nomor gudep Putri.Perubahan nomor gudep tersebut sebagai salah satu kebijakan
kwartir daerah Sul-Sel dalam rangka tertib administrasi Gugusdepan.
Kemudian pada bulan Mei 2006, akhirnya ambalan gudep 10.075-10.076 memiliki nama yang definitif yakni ambalan Mappa Ouddang
( untuk putra ) dan ambalan Emmy Saelan ( untuk putri ) selanjutnya bila digabungkan menjadi “AMBALAN MAESA “.
Nama-nama pengurus Dewan Ambalan Gudep 10.075-10.076 dari waktu ke waktu :
Tahun 2001-2002
Pemangku Adat Putra : M.Nashrullah Ilham
Pemangku Adat Putri : Hariani Arsyad
Ketua Dewan Putra : Achmad Susanto
Ketua Dewan Putri : Eka Lilianti
Tahun 2002-2003
Pemangku Adat Putra : Heri Manguma
Pemangku Adat Putri : Hasnia
Ketua Dewan Putra : Heri Kusmawan
Ketua Dewan Putri : Endang Rahayu
Tahun 2003-2004
Pemangku Adat Putra : Heri Kusmawan
Pemangku Adat Putri : Endang Rahayu
Ketua Dewan Putra : Fitriono Bin Ali
Ketua Dewan Putri : Rezeki Nur
Tahun 2004-2005
Pemangku Adat Putra : Fitriono Bin Ali
Pemangku Adat Putri : Rezki
Ketua Dewan Putra : Abdi Abdullah
Ketua Dewan Putri : Musdalipa
Tahun 2005-2006
Pemangku Adat Putra : Amiruddin
Pemangku Adat Putri : Musdalipa
Ketua Dewan Putra : Adhyatma Dimyati
Ketua Dewan Putri : Farlenti
Tahun 2006-2007
Pemangku Adat Putra : Kaharuddin
Pemangku Adat Putri : Rindi Rianti Rana
Ketua Dewan Putra : A r h a m
Ketua Dewan Putri : Putu Juni Astuti
|